VP-SHUNT ( Ventriculoperitoneal Shunting )

1. DEFINISI

VP-SHUNT ( Ventriculoperitoneal shunting ) is surgery to relieve increased pressure inside the skull due to excess cerebrospinal fluid ( CSF) on the brain (hydrocephalus).
VP-Shunt adalah pemasangan saluran yang mengaliri cairan dalam otak menuju rongga perut.
VP-Shunt adalah tindakan memasang selang kecil yang menghubungkan ventrikel  ( ruang di dalam otak ) dan peritoneal ( ruang di dalam perut ).

2. TUJUAN TINDAKAN
·         Untuk membuat saluran baru antara aliran likuor dengan kavitas drainase.
·         Untuk mengalirkan cairan yang diproduksi di dalam otak ke dalam rongga perut untuk kemudian diserap ke dalam pembuluh darah.

3. CARA KERJA
·         Posisi kepala pasien supine dengan kepala diganjal dengan bantal bulat (donat).
·         Posisi sedikit head up (15† - 30†)
·         Pasang body strapping (doek steril)
·         Tim operasi melakukan scrubbing, gowning and gloving.
·         Desinfeksi area operasi
·         Drapping area operasi
·         Pasang sterile drapes (opsite)
·         Pasang kauter bipolar, selang suction + canule suction.
·         Injeksi dengan adrenalin 1:200000 pada lokasi insisi.
·         Berikan mess 1 untuk insisi kulit subcutis
·         Berikan mess 2 untuk insisi fat-galea-otot-periosteum.
·   Rawat pendarahan dengan kauter bipolar, irigasi dengan larutan NaCl saat bipolar difungsikan, sambil dilakukan suction.
·         Berikan respatorium untuk menyisihkan periousteum.
·         Tutup luka insisi kepala sementara dengan kassa basah.
·         Berikan mess 1 untuk insisi kulit abdomen bagian atas.
·         Perdalam insisi sampai dengan fasia (sampai kelihatan fasia).
·       Berikan spaner VP-Shunt untuk memasang ventrikel VP Shunt, dari kepala-leher-abdomen keluar pada daerah insisi di abdomen.
·         Ujung mandrin VP-Shunt diikat dengan benang Seide no 1.
·         Tarik mandrin VP-Shunt ke atas (bagian insisi kepala).
·         Berikan ventrikel VP-Shunt kemudian diikat dengan benang Seide NO 1 yang sudah dimasukkan dalam soft tissue ( dibawah fat diatas fasia).
·         Seide no 1 ditarik ke bagian bawah (insisi pada abdomen) ventrikel VP-Shunt sudah masuk dan terhubung dari kepala ke abdomen.
·         Pasang konektor VP-Shunt kemudian di spool dengan NaCl sampai lancar tidak ada hambatan.
·         Berikan bor set craniotomi untuk bor hole kemudian rawat pendarahan.
·         Berikan desector dan klem pean bengkok untuk ambil sisa tulang.
·         Berikan kauter bipolar untuk cess dura.
·         Berikan speed mess untuk insisi dura.
·    Berikan ventrikel katheter + mandrin dimasukkan ke dalam intra cerebral sampai keluar cairan (hidrocephalus).
·         Sambung ventrikel katheter dengan ventrikel VP-Shunt.
·         Sambungan difiksasi.
·         Tarik ventrikel VP-Shunt ke arah distal (abdomen).
·         Pastikan aliran cairan pada ventrikel lancar.
·         Berikan pinset anatomis 2 buah + gunting metzenbaum untuk insisi peritonium ± 1 cm.
·         Masukkan ventrikel VP Shunt kedalam peritoneum.
·         Tutup luka insisi.
·         Berikan benang absorbable untuk jahit fasia, fat pada kepala dan abdomen.
·         Berikan jahitan benang non-absorbable untuk jahit kulit.
·         Bersihkan luka dengan kassa basah kemudian keringkan.
·         Beri sufratul-kassa-hipafic.
·         Bereskan alat.
·         Operasi selesai.

4. ALAT YANG DIGUNAKAN

·       Pinset anatomi         : 2
·       Pinset cirrurgis       : 2
·       Gunting jaringan       : 1
·       Gunting benang         : 1
·       Naald vooder           : 2
·       Klem van pean          : 4
·       Klem kocher            : 4
·       Doek klem              : 5
·       Desektor               : 1
·       Gelpy / sprider              : 1
·       Mandrin ventrikel catheter   : 1
·       Spaner VP-Shunt              : 1
·       Scalpel mess + mess          : 1
·        Haak /Langen buck           : 2
·         Bayonet pinset              : 1
·         Penghantar VP-Shunt         : 1
·         VP-Shunt set standart       : 1
·         Biseptor                    : 1
·         Curetase                    : 1
·         Resparatorium kecil         : 1


5. BENANG YANG DIGUNAKAN
·         Bayi/ Anak- anak              

·  PGA 4,0 Rounded / 3,0 Rounded
·  PGA  4,0 Cutting  / 3,0 Cutting
·  Silk 3,0 Rounded
·  Silk 2 (kalau perlu)     
·  Side 1       
      
      DEWASA
·        PGA 3,0 Rounded
·        PGA 2,0 Cutting
·        Silk 3,0 Rounded
·        Silk 2 (kalau perlu)


6. HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
·         Posisi kepala penderita
·         Keadaan umum penderita
·         Sterilisasi alat
·         Pendarahan yang terjadi di otak

0 komentar:

By :
Free Blog Templates