Emfisema


Emfisema adalah penyakit yang gejala utamanya adalah penyempitan (obstruksi) saluran napas ( membuat napas Anda lebih pendek) , karena kantung udara di paru menggelembung secara berlebihan dan mengalami kerusakan yang luas.
      Emfisema juga adalah perubahan anatomis dari parenkim paru yang ditandai oleh pembesaran abnormal alveoli dan duktus alveolar serta kerusakan dinding alveolar.
      Berbagai faktor  berperan  pada perjalanan penyakit ini, antara lain faktor resiko yaitu factor yang menimbulkan atau memperburuk penyakit seperti kebiasaan merokok, polusi udara, polusi lingkungan, infeksi, genetic dan perubahan cuaca.
            Derajat obtruksi saluran nafas yang terjadi, dan identifikasi komponen yang memugkinkan adanya reversibilitas. Tahap perjalanan penyakit dan penyakit lain diluar paru seperti sinusitis dan faringitis kronik. Yang pada akhirnya faktor-faktor tersebut membuat perburukan makin lebih cepat terjadi. Untuk melakukan penatalaksanaan PPOK perlu diperhatikan factor-faktor tersebut, sehingga pengobatan PPOK menjadi lebih baik.

LamandeL

Ada salah satu pembaca blog-ku minta dibahas tentang Lamandel (maap yaa baru sempat posting sekarang, hheehee. .)
Sempet copas dari salah sato bLog ini .


Okeh laa..
Check it out, . . .


LamandeL =>  ramuan herbal yang bermanfaat membantu menyembuhkan radang amandel. Lamandel juga bermanfaat untuk : 

- Meredakan radang tenggorokan
- Meningkatkan nafsu makan
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Meningkatkan konsentrasi
- Membantu meredakan batuk pilek
Lamandel telah terdaftar resmi di Badan POM dan Sertifikat Halal MUI



 Bagaimana bentuknya dan cara konsumsinya?
Lamandel berbentuk serbuk instan. Cukup seduh 1 sachet atau 2 sendok teh dengan air 150 cc. Menggunakan air hangat lebih baik.
 

Apa bahan Lamandel dan bagaimana kemasan yang tersedia?
Lamandel terbuat dari 100% alami. Bahan utama adalah temulawak, daun pegagan, dan pecut kuda. Lamandel tersedia dalam 2 varian. Lamandel Box berisi 12 sachet, lebih praktis 1 sachet untuk 1 kali minum. Lamandel Botol berisi 200 gram. Takaran 2 sendok teh untuk 1 kali minum.
 

Berapa lama konsumsi Lamandel ?Lamandel di konsumsi 1 hari 3 kali saat radang menyerang. Konsumsi 3-4 hari umumnya radang sudah mereda. Untuk menjaga kondisi konsumsi lamandel 1 hari 1 kali.
 

Bagaimana kalau amandel sudah besar, apakah bisa mengecil ?
Untuk mengecil membutuhkan biasanya membutuhkan waktu 3-4 bulan. Dengan konsumsi lamandel teratur dan memperhatikan faktor :
  • Faktor makanan. Hindari makanan dengan pengawet, perasa dan pewarna sintesis, hindari pula permen, coklat dan es.
  • Faktor cuaca. Pada saat musim pancaroba seringkali amandel meradang. Udara yang buruk juga berpengaruh.
  • Faktor daya tahan tubuh. Usahakan untuk berolahraga secara teratur

Dimana saya mendapatkan lamandel ?
Lamandel dapat diperoleh di
a. outlet herba bagoes
b. Jaringan apotik K24
c. Beberapa apotik terkemuka
d. Pembelian online di http://lamandel.blogspot.com/

Air Wudhu

1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah,ampunilah dosa mulut dan lidahku ini". 
Penjelasan nombor 1 : Kita hari-hari bercakap benda-benda yang tak berfaedah. 
2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah muka ku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini". 
Penjelasan nombor 2 : Ahli syurga mukanya putih berseri-seri. 

Diet Cara Rasulullah SAW

Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yang lainnya. Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustadz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut

7 Keajaiban Air Mata

Siapa bilang menangis tak ada gunanya?
Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak.
Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak

Sedikit info ringan yang mungkin juga sedikit bermanfaat, karena mungkin sudah banyak yang posting di blog-blog lain, tapi kalau belum ada yang baca atau belum tahu, jadi silahkan di baca deh buat kamu yang belum tahu. Semoga bermanfaat aja buat kamu-kamu ...

Minumlah Air Satu Jam Sebelum Makan

Air Minum Pictures, Images and Photos

Untuk mengurangi makan berlebih banyak orang minum air terlebih dahulu sesaat sebelum makan. Sebaiknya hilangkan kebiasaan itu, jika ingin minum sebelum makan lakukanlah satu jam sebelum waktu makan.

Mengonsumsi air terlalu banyak tepat sebelum makan memang membuat Anda kehilangan nafsu makan karena lambung menjadi penuh. Tapi minum air sesaat sebelum makan akan membuat proses penyerapan

Laporan Pendahuluan (Askep) Hiperemesis Gravidarum (HEG)

A.   Definisi
Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk (Mansjoer, A dkk, 2001).
Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan

Laporan Pendahuluan (Askep) Abortus

1.     PENGERTIAN
Abor-tus adalah berakhirnya kehamilan sebelum anak dapat hidup di dunia luar (FK UNPAD, Obstetri Patologi, Bandung: bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD).
Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram

Lporan Pendahuluan Gangguan Sistem Reprodukdi ; Mioma Uteri


I.     Pengertian
§  Tumor adalah pembengkakan atau tonjolan yang tidak normal
§  Kanker adalah penyakit / massa sebagai hasil pertumbuhan yang abnormal dari sel yang autonomyang memperbanyak diri walaupun rangsangan penyebabnya telah hilang.

Laporan Pendahuluan Gangguan Sistem Reproduksi Kanker Ovarium

1.   Pengertian
Tumor adalah sekumpulan sel yang membelah diri dengan kecepatan yang relativ tidak terlalu tinggi dan sel-sel hasil pembelahan yang cepat tersebut masih, menunjukan keabnormalan yang relative rendah. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal yang bukan radang.

KONSEP SEHAT-SAKIT


A. Latar Belakang.
     Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat menyadari bahwa klien adalah manusia utuh dan unik yang terdiri dari aspek bio, psiko, sosial, dan spritual tuntutan masyarakat akan kwalitas pelayanan perawatan cenderung semakin meningkat. Hal ini membawa dampak yang positif terhadap peran dan fungsi perawat untuk mengantisipasi tuntutan masyarakat mutu pelayanan perawatan.

Laporan Pendahuluan (Askep) Tuberculosis (TBC)

A.   DEFINSI
Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh basil mikobakterium tuberkulosa tipe humanus ( jarang oleh tipe M. Bovinus). TB paru merupakan penyakit infeksi penting saluran napas bagian bawah. Basil mikobakterium tuberculosa tersebut masuk kedalam jaringan paru melalui saluran napas (droplet infeksion) sampai alveoli, terjadilah infeksi primer (ghon). Selanjutnya menyebar ke kelenjar getah bening setempat dan terbentuklah primer kompleks (ranke). (ilmu penyakit paru, muhammad Amin).
Tb paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangat bervariasi.
B.   ETIOLOGI
Penyebabnya adalah kuman mycobacterium tuberculosa. Sejenis kuman yang berbentuk batang denagn ukuran panjang 1-4 /mm dan tebal 0,3-0,6 /mm. sebagian besar kuman terdiri atas asam lemak (lipid). Lipid ini adalah yang membuat kuman lebih tahan terhadap gangguan kimia dan fisik.
Kuman ini tahan hidup pada udara kering maupun dalam keadaan dingin (dapat bertahan-tahan dalam lemari es).
C.   PROSES PENULARAN
Tuberculosis tergolong airbone disease yakni penularan melalui droplet nuclei yang dikeluarkan ke udara oleh individu terinfeksi dalam fase aktif. Setiap kali penderita ini batuk dapat mengeluarkan 3000 droplet nuclei. Penularan umumnya terjadi didalam ruangan dimana droplet nuclei dapat tinggal di udara dalam waktu lebih lama. Di bawah sinar matahari langsung basil tuberkel mati dengan cepat tetapi dalam ruang yang gelap lembab dapat bertahan sampai beberapa jam.

D.   ANATOMI FISIOLOGI


E.   PATOFISIOLOGI
Port de’entri kuman microbakterium tuberculosis adalah saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan luka terbuka pada kulit. Kebanyakan infeksi tuberculosis terjadi melalui udara (air borne), yaitu melalui inhalasi droplet yang mengandung kuman-kuman basil tuberkel yang berasal dari orang yang terinfeksi.
Basil tuberkel yang mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi terdiri dari satu sampai tiga gumpalan basil yang lebih besar cenderung tertahan disaluran hidung dan cabang besar bronkus dan tidak menyebabkan penyakit. Setelah berada dalam ruang alveolus biasanya dibagian bawah lobus  atau paru-paru atau dibagian atas lobus bawah atau paru-paru tau dibagian bawah atas lobus bawah. Basil tuberkel ini membangkitkan reaksi peradangan. Leukosit polimorfonuklear tampak pada tempat tersebut dan memfagosit bacteria namun tidak membunuh organisme tersebut. Sesudah hari-hari pertama maka leukosit diganti oleh makrofag. Alveoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia akut. Pneumonia seluler ini dapat sembuh denagn sendirinya sehingga tidak ada sisa yang tertinggal, atau proses dapat juga berjalan terus dan bakteri terus difagosit atau berkembang biak di dalam sel. Basil juga menyebar melalui getah bening regional. Makrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitolit yang dikelilingi leh fosit. Reaksi ini biasanya membutuhkan waktu 1 sampai 10 hari.

F.   MANIFESTASI KLINIS
·         Batuk disertai dahak lebih dari 3 minggu
·         Sesak napas dan nyeri dada
·         Badan lemah, kurang enak badan
·         Berkeringat pada malam hari walau tanpa kegiatan berat badan menurun  (Penyakit infeksi TB paru dan ekstra paru, Misnadiarly)

G.   JENIS-JENIS PENYAKIT TBC
Penyakit tuberkulosis ( TBC ) terdiri atas 2 golongan besar,yaitu :
1.    TB paru ( TB pada organ patu-paru )
2.    TB ekstra paru (TB pada organ tubuh selain paru )
a.    Tuberkulosis milier
b.    Tuberkulosis sistem saraf pusat ( TB neningitis )
c.    Tuberkulosis empyem dan Bronchopleural fistula
d.    Tuberkulosis Pericarditis
e.    Tuberkulosis Skelet / Tulang
f.     Tuberkulosis Benitourinary / Saluran Kemih
g.    Tuberkulosis Peritonitis
h.    Tuberkulosis Gastriontestinal (Organ Cerna)
i.     Tuberkulosis Iymphadenitis
j.     Tuberkulosis Catan / Kulit
k.    Tuberkulosis Laringitis
l.     Tuberkulosis Otitis
                                                                                                         
H.   KOMPLIKASI
1.    Pembesaran kelenjar sevikalis yang superfisial
2.    Pleuritis tuberkulosa
3.    Efusi pleura
4.    Tuberkulosa milier
5.    Meningitis tuberkulosa

I.     PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.    Kultur Sputum adalah Mikobakterium Tuberkulosis Positif pada tahap akhir penyakit
2.    Tes Tuberkalin adalah Mantolix test reaksi positif (area indurasi 10-15 mm terjadi 48-72 jam)
3.    Poto Thorak adalah Infiltrasi lesi awal pada area paru atas : pada tahap dini tampak gambaran bercak-bercak seperti awan dengan batas tidak jelas : pada kavitas bayangan, berupa cincin : pada klasifikasi tampak bayangan bercak-bercak padat dengan densitas tinggi.
4.    Bronchografi adalah untuk melihat kerusakan bronkus atau kerusakan paru karena Tb paru
5.    Darah adalah peningkatan leukosit dan laju Endap darah (LED)
6.    Spirometri adalah Penurunan fungsi paru dengan kapasitas vital menurun

J.    PENATALAKSANAAN
Pengobatan tuberkulosis terbagi menjadi 2 fase yaitu : Fase Intensif (2-3 bulan) dan Fase Lanjutan (4-7 bulan). Paduan obat yang digunakan terdiri dari obat utama dan obat tambahan. Jenis obat utama yang digunakan sesuai dengan rekomendasi WHO adalah Rifampisin, INH, Pirasinamid, Streptomisin dan Etambutol. Sedangkan jenis obat tambahan adalah Kanamisin, Kulnolon, Makvolide, dan Amoksilin ditambah dengan asam klavulanat, derivat rifampisin / INH.

K.   DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.    Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekret kental atau sekret darah.

Kriteria hasil :
·         Mempertahankan jalan nafas pasien
·         Mengeluarkan sekret tanpa bantuan



Intervensi :
·         Kaji fungsi pernapasan contoh : Bunyi nafas, kecepatan, irama,  kedalaman dan penggunaan otot aksesori
·         Catat kemampuan untuk mengeluarkan mukosa / batuk efektif : catat karakter, jumlah sputum, adanya emoptisis
·         Berikan pasien posisi semi atau fowler tinggi. Bantu pasien untuk batuk dan latihan napas dalam
·         Bersihkan sekret dari mulut dan trakea : penghisapan sesuai keperluan
·         Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat-obatan

Rasionalisasi :
·         Penurunan bunyi napas dapat menunjukkan atelektasis
·         Pengeluaran sulit bila sekret sangat tebal. Sputum berdarah kental atau darah cerah diakibatkan oleh kerusakan paru atau luka bronkal dan dapat memerlukan evaluasi
·         Posisi membantu memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya pernapasan
·         Mencegah obstruksi / aspirasi

2.    Pertukaran gas, kerusakan dan resiko.
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan sering batuk atau produksi sputum meningkat.

Kriteria hasil :
·         BB meningkat

Intervensi :
·         Catat status nutrisi pasien
·         Pastikan pola diet biasa pasien, yang disukai / tidak disukai
·         Berikan makanan sedikit tapi sering
·         Anjurkan keluarga klien untuk membawa makanan dari rumah dan berikan pada klien kecuali kontra indikasi
·         Kolaborasi dengan ahli gizi

Rasionalisasi :
·         Berguna dalam mendefinisikan derajat / luasnya masalah dan pilihan intervensi yang tepat
·         Pertimbangan keinginan dapat memperbaiki masukan diet
·         Memaksimalkan masukan nutrisi tanpa kelemahan
·         Membantu memenuhi kebutuhan personal dan kultural
3.    Kurang pengetahuan mengenai kondisi, aturan tindakan dan pencegahan berhubungan dengan tidak akurat dan tidak lengkap informasi yang ada.
Kriteria hasil :
·         Menyatakan pemahaman proses penyakit / prognosis dan kebutuhan pengobatan

Intervensi :
·         Kaji kemampuan pasien untuk belajar
·         Identifikasi gejala yang harus dilaporkan ke perawat
·         Berikan instruksi dan informasi tertulis
·         Anjurkan klien untuk tidak merokok
·         Kaji bagaimana TB ditularkan

Rasionalisasi :
·         Belajar tergantung pada emosi dan kesiapan fisik dan ditingkatkan pada tahapan individu
·         Dapat menunjukkan kemajuan atu pengaktifan ulang penyakit atau efek obat yang memerlukan evaluasi lanjut
·         Infomasi tertulis menurunkan hambatan pasien untuk mengingat sejumlah besar informasi
·         Meskipun merokok tidak merangsang berulangnya TB tetapi meningkatkan disfungsi pernapasan

4.    Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan kurang pengetahuan untuk menghindari pemajanan patogen.

Kriteria hasil :
·         Menurunkan resiko penyebaran infeksi

Intervensi :
·         Kaji patologi penyakit
·         Identifikasi orang lain yang berisiko
·         Anjurkan pasien untuk batuk / bersin dan mengeluarkan pada tisu dan menghindari meludah
·         Kaji tindakan kontrol infeksi
·         Awasi suhu sesuai indikasi
·         Kolaborasi dengan tim medis

Rasionalisasi :
·         Membantu pasien menyadari / menerima perlunya mematuhi program pengobatan
·         Orang-orang yang terpajan ini perlu program terapi obat untuk mencegah penyebaran / terjadinya infeksi
·         Dapat membantu menurunkan rasa terisolasi pasien
·         Reaksi demam indikator adanya infeksi lanjut
·         Membantu mengidentifikasi lembaga yang dapat dihubungi untuk menurunkan penyebaran infeksi

By :
Free Blog Templates