Mengurangi Bahaya Mi Instan


Mi instan yang sifatnya praktis dan cepat memasaknya membuat makanan satu ini banyak disukai orang, terutama orang yang tidak memiliki banyak waktu. Tetapi ada beberapa hal yang perlu diketahui semua orang, bahwa kandungan gizi pada mi instan tidak lengkap, perlu tambahan bahan makanan lain agar nilai gizinya lebih baik. Selain itu mi instan lebih baik direbus sebanyak dua kali, terutama untuk mi instan berkuah.

Mengkonsumsi Mie Instan, Sehatkah ? ? ? ? ?

Siapa yang tidak kenal dengan mie instan (noodle)? Mie diyakini diproduksi pertama kali di Cina. Sebutan instan yang berarti ?cepat? mengacu pada proses penyajian yang cepat dan sederhana baru mulai dipopulerkan tahun 1956 oleh Mamofuku Anda, pria berkewarganegaraan Jepang kelahiran Taiwan yang saat itu berusia 56 tahun. Awal idenya adalah menyediakan makanan cepat saji bagi penduduk yang saat itu mengalami krisis pangan, dampak buruk dari perang.



Bagaimana Mie Instan Dibuat ? ? ? ?

Jika sebelumnya kita sudah mengetahui komposisi, bahan, serta informasi gizi dari mie instan, maka sekarang kita akan menelaah sedikit tentang proses pembuatan mie instan. Masing-masing proses tentu memiliki kelebihan masing-masing.
Secara garis besar mie instan dibuat melalui proses berikut :

MIE INSTAN UNTUK KORBAN BENCANA ALAM

Indonesia sudah akrab dengan yang namanya bencana alam, mulai dari gempa bumi, letusan gunung api, tanah longsor, kebakaranhutan, kekeringan, kelaparan, banjir hingga Tsunami. Rentetan bencana alam itu silih berganti seakan-akan ?mengunjungi? dariprovinsi ke provinsi lainnya di Indonesia secara bergiliran. Tiap-tiap bencana alam akan mengundang simpati dan menggerakkanhati para relawan untuk terjun memberikan pertolongan, baik dari sisi pengobatan maupun dari sisi konsumsi. Nah, dari sisikonsumsi, mie instan merupakan produk yang hampir selalu ditemui dalam setiap bantuan pangan bagi korban bencana alam.



By :
Free Blog Templates